Dalam kehidupan sehari hari kita sering mendengar bahwa pelanggaran terhadap tata tertib sekolah merupakan hal yang biasa, dan mungkin sesuatu yang wajar.
Dalam mengikuti pelajaran di sekolah siswa tidak akan terlepas dari peraturan tata tertib sekolah, siswa di tuntut untuk berprilaku baik terhadap guru, staff, maupun sesama siswa. Tetapi walau begitu masih saja ada siswa maupun siswi yang masih melanggar tata tertib tersebut, seperti cara berpakaian ataupun ketepatan waktu di saat masuk sekolah.
Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal yang serupa di SMAN 8 Bekasi , kami selaku pihak OSIS dan MPK mengadakan TDS(Tindak Disiplin Siswa). TDS merupakan suatu program yang bertujuan untuk menertibkan dan mendisiplinkan siswa.
Kami selaku pihak OSIS dan MPK mengadakan TDS (tindak disiplin siswa) dan dibantu oleh pihak kesiswaan.
Dalam penyampaian tds ini kami selaku petugas tds dituntut untuk tegas dan sopan dalam mengingatkan siswa/siswi sman8 yang melanggar tata tertib sekolah dan memberikan contoh yang baik kepada siswa/siswi di sman8. Tds ini difungsikan untuk mengadakan perubahan yang signifikan pada siswa/siswi sman8
Tds ini juga mengandung nilai edukasi, seperti memberikan arahan bagaimana cara berpakaian yang rapih dan tepat waktu. Dalam sistemnya tds menggunakan sistem point, kepada para siswa siswi yang melanggar tata tertib sekolah akan dikenakan point yang sudah tercantum dalam buku saku sman 8 bekasi. Banyaknya point tergantung dari jenis pelanggarannya. Seperti kurangnya atribut akan dikenakan 3point dan seterusnya. Jika siswa/siswi yang melakukan pelanggaran telah memiliki 50point keatas, maka pihak sekolah akan mengirimkan SP (surat peringatan) sebanyak tiga kali. Batas maksimal pemberian point adalah 100point, jika siswa tersebut sudah melakukan pelanggaran sebanyak 100point maka dengan terpaksa pihak sekolah akan mengembalikan siswa tersebut kepada orang tua mereka.
Untuk mengetahui bagaimana pendapat warga sekolah tentang adanya tds ini, kami sebagai pihak osis pun telah melakukan wawancara terhadap beberapa murid maupun guru. Ada beberapa murid yang kurang setuju dengan adanya tds ini, "terlalu ketat" pendapat seorang siswa. "Lebih baik diberi sanksi membawa barang yang berguna untuk sekolah dibanding diberikan point" pendapat seorang siswa lainnya. Namun tak sedikit juga yang mendukung adanya program tds ini. "Menurut saya sangat bagus karna banyak siswa siswi sman8 bekasi yang tidak mempedulikan tata tertib sekolah"
Guru-guru pun setuju dengan adanya program tds ini, "ibu sangat setuju, yang terpenting disampaikan dengan edukatif agar anak-anak mengerti" pendapat guru di sman8. Dengan melakukan wawancara ini kami dari pihak osis dan kesiswaan menjadi tahu bagaimana pendapat warga sekolah sman8 bekasi. Pendapat seperti ini bisa menjadi pertimbangan bagi pihak osis dan kesiswaan dalam memperbaiki program kerja tds ini. Tentu saja itu semua membutuhkan apresiasi dari pihak sekolah, murid, ataupun pihak dari OSIS dan MPK.
Inilah beberapa pendapat dari sejumlah orang yang merasakan TDS di SMAN8 Bekasi.
1.Pihak murid:
“TDS menurut saya bagus, mendisiplinkan siswa tapi kadang kadang dari anak OSIS
sendiri tidak bisa berperilaku sopan kepada kaka kelas.”
“TDS menurut saya sangat bagus karna banyak siswa siswi SMAN8 Bekasi yang tidak mempedulikan tata tertib sekolah. Dengan adanya TDS tata tertib sekolah bisa dilaksanakan.”
“Kalo tidak pake atribut lengkap atau yang lain kalau bisa jangan pakai point dong suruh bawa alat yang penting buat sekolah, misalkan udah tiga kali gitu suruh bawa P3K atau obat obatan, apa aja gitu yang penting jangan point”
“Terlalu ketat, segala hal yang disuruh didepan pager gak bikin pinter.”
“gapenting.”
“Jangan kasih point ke kami.”
2.Pihak Guru:
“Saya sangat setuju dengan adanya TDS yang terpenting disampaikan secara edukatif supaya anak anak mengerti.”
Demikianlah pendapat tentang TDS dari beberapa kalangan, baik murid maupun guru di SMAN 8 Bekasi.
Dan berikut ini merupakan contoh berpakaian yang rapih dan baik: